Indonesia Menyala — Rejuvenasi organisasi kepemudaan menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat peran generasi muda menghadapi dinamika industri dan teknologi.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman , pada Jumat, 10 April 2026, dalam kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi.
Kegiatan ini mengusung tema penguatan khittah perjuangan organisasi dalam menjawab tantangan dunia kerja, teknologi, dan perubahan ekonomi global.
Rejuvenasi Bukan Sekadar Administratif
Sekda menegaskan rejuvenasi organisasi kepemudaan tidak hanya sebatas pembaruan administratif, tetapi mencakup regenerasi kepemimpinan dan revitalisasi program kerja.
Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu melakukan evaluasi secara terbuka agar tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Organisasi kepemudaan harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan masa depan dan menjadi ruang tumbuh generasi muda,” ujarnya.
Pemuda Dituntut Adaptif terhadap Teknologi
Dalam paparannya, Sekda juga mengungkap capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tahun 2024, di mana Provinsi Jambi mencatat angka 62,96, sedikit di atas rata-rata nasional sebesar 62,88.
Capaian tersebut menunjukkan potensi besar pemuda daerah, namun tetap memerlukan penguatan kapasitas di tengah perubahan teknologi seperti kecerdasan buatan dan digitalisasi industri.
Pemuda dinilai perlu menguasai literasi digital, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Pemerintah Provinsi Jambi juga menghadirkan program Pro-Jambi Tangguh, termasuk pelatihan Life Skill bagi milenial dan Gen Z serta dukungan permodalan bagi UMKM dan startup.




