Indonesia Menyala -- Jambi – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman menghadiri pertemuan bersama masyarakat adat Orang Rimba yang digelar di Pendopo Gubernur Jambi, Rabu (11/2/2026).
Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung Deklarasi Forum Persatuan Masyarakat Adat Orang Rimba, yang diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, persatuan, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di Provinsi Jambi.
Dalam kegiatan tersebut, Sudirman didampingi Kompol Ferry Siswara Kauryanduknis, Kapolsek Pasar Polresta Jambi, serta Direktur Eksekutif WALHI Jambi, Oscar Anugrah.
Pada kesempatan itu, Sudirman menyampaikan dukungan pemerintah terhadap pembentukan forum tersebut. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk memperhatikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat Orang Rimba.
Menurutnya, sejumlah isu penting yang perlu mendapat perhatian antara lain pengakuan wilayah adat, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kepemilikan dokumen kependudukan seperti KTP.
“Pemerintah provinsi mendukung gagasan dan keinginan masyarakat adat untuk memperoleh hak yang layak, setara dengan perlakuan terhadap masyarakat lainnya,” ujar Sudirman.
Ia juga menegaskan pengakuan resmi terhadap masyarakat adat perlu dituangkan dalam peraturan daerah atau peraturan bupati agar memiliki kepastian hukum.
Forum Persatuan Masyarakat Adat Orang Rimba diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat adat untuk memperkuat identitas budaya, bertukar informasi, serta membangun dialog yang lebih setara dengan pemerintah.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan deklarasi oleh Sekda Provinsi Jambi, Direktur Eksekutif WALHI Jambi, serta para Temenggung Orang Rimba sebagai perwakilan masyarakat adat.
Dalam deklarasi tersebut, para Temenggung Orang Rimba menegaskan pentingnya pengakuan hak atas wilayah adat, penerapan mekanisme adat dalam penyelesaian konflik, serta akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi tanpa menghilangkan identitas budaya mereka.
Selain itu, masyarakat adat Orang Rimba juga menyuarakan harapan agar tidak terjadi stigmatisasi, intimidasi, maupun kekerasan terhadap komunitas mereka di masa mendatang. (aw)




