Indonesia Menyala -- Merangin – Komitmen Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Merangin dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Gubernur Jambi Al Haris di Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jumat (6/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Al Haris didampingi Bupati Merangin H. M. Syukur dan Wakil Bupati Merangin A. Khafidh. Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman padi ramah lingkungan di lahan Kelompok Tani Usaha Baru sebagai simbol penguatan sektor pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.

Selain melakukan penanaman padi, Gubernur Jambi juga menyalurkan berbagai bantuan yang bersumber dari Program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF ISFL) melalui sejumlah perangkat daerah Provinsi Jambi. Program ini merupakan dukungan terhadap upaya menjaga hutan dan lanskap berkelanjutan yang juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris mengapresiasi masyarakat Desa Seling yang tetap mempertahankan lahan persawahan di tengah pesatnya ekspansi perkebunan kelapa sawit.

“Saya bangga dengan Desa Seling yang tidak mengalihfungsikan lahannya. Godaan harga sawit memang besar, namun satu hektare sawah padi sebenarnya sangat menguntungkan, apalagi jika bisa tanam dua hingga tiga kali dalam setahun,” ujar Al Haris.

Ia juga menyinggung potensi perdagangan karbon (carbon trade) sebagai sumber ekonomi baru bagi daerah. Provinsi Jambi, menurutnya, menjadi salah satu dari dua provinsi di Indonesia yang menerima pendanaan BioCF ISFL dari Bank Dunia, bersama Kalimantan Timur.

“Saat ini kita sedang memproses dana carbon stream sekitar Rp1,2 triliun. Ini menunjukkan bahwa menjaga hutan dan lingkungan tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan dari Fase Pre-Investment Program BioCF ISFL Provinsi Jambi yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, lingkungan hidup, hingga kehutanan.

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi, bantuan diberikan kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Merangin berupa motor roda tiga, mesin pengolah pupuk organik (APPO), bibit rumput pakan ternak unggul, knapsack elektrik, pelatihan pengolahan biopestisida dan pupuk organik cair, serta bibit padi ramah lingkungan untuk lahan seluas 30 hektare di Desa Seling.

Sementara itu, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menyalurkan bantuan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) kepada empat kelompok tani dan koperasi di Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Bungo, dan Merangin. Bantuan juga mencakup pembangunan fasilitas serta alat pengolahan nilam, serta dukungan bagi masyarakat dalam perlindungan indikasi geografis Kopi Robusta.

Dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, dilakukan penyerahan registrasi Program Kampung Iklim (ProKlim) kepada 11 desa di berbagai kabupaten/kota, termasuk Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, dengan status Pratama.

Sementara itu, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berupa pompa pemadam, pompa punggung, embung portable, serta mesin operasional bagi kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di wilayah Merangin dan Sarolangun.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Merangin H. M. Syukur menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan dan peningkatan kualitas hidup Suku Anak Dalam (SAD) sebagai bagian dari masyarakat Merangin.