Indonesia Menyala – Disinformasi terhadap Gubernur Jambi mulai menguat di ruang publik, baik melalui media sosial maupun pemberitaan digital yang membentuk opini tertentu di masyarakat.
Fenomena ini terlihat dari pola narasi yang berulang dan cenderung mengarah pada pembentukan persepsi negatif terhadap kepemimpinan daerah.
Kondisi tersebut menuntut sikap kritis dari masyarakat dalam menyaring informasi yang beredar.
Kritik Harus Berbasis Fakta
Dalam sistem demokrasi , kritik merupakan bagian penting sebagai kontrol terhadap kekuasaan.
Namun kritik yang sehat harus berbasis data, fakta yang dapat diverifikasi, serta disampaikan secara proporsional.
Ketika kritik berubah menjadi narasi yang tidak utuh, maka yang terjadi bukan lagi kontrol publik, melainkan penggiringan opini.
Sejumlah akun media sosial disebut aktif memproduksi konten bernada serangan personal terhadap kepala daerah.
Jika informasi tersebut tidak didukung fakta yang valid, maka berpotensi menyesatkan publik.
Penggiringan opini semacam ini dapat menciptakan persepsi yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat perlu meningkatkan literasi informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh konten viral.
Media Harus Menjaga Integritas
Media memiliki tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga kualitas informasi.




