Indonesia Menyala - Jambi — Gubernur Jambi Al Haris menegaskan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas akhlak dan moral generasi muda.

Menurut Al Haris, generasi muda merupakan penerus masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, pembentukan karakter, akhlak, dan moral harus menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah, sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

“Pembangunan tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, gedung, atau fasilitas umum. Yang jauh lebih penting adalah membangun manusia, terutama akhlak dan moral generasi muda,” ujar Al Haris.

Ia menyampaikan, kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi penerusnya. Jika anak-anak muda memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang kuat, maka pembangunan akan berjalan lebih baik dan berkelanjutan.

Namun sebaliknya, kata Al Haris, jika generasi muda kehilangan akhlak, moral, dan rasa tanggung jawab, maka kemajuan fisik yang dibangun tidak akan memiliki fondasi yang kuat.

“Anak-anak kita harus pintar, tetapi juga harus berakhlak. Mereka harus cerdas, tetapi juga harus punya sopan santun, disiplin, dan rasa hormat kepada orang tua serta guru,” katanya.

Al Haris menilai, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, arus informasi digital, dan pengaruh media sosial membuat anak-anak muda semakin mudah terpapar berbagai hal, baik yang positif maupun negatif.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya pendampingan dari orang tua dan guru. Pendidikan karakter tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sosial.

“Orang tua dan guru punya peran besar dalam membentuk karakter anak-anak. Jangan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga perhatikan perilaku, etika, dan kebiasaan mereka,” ujarnya.

Gubernur Al Haris juga mendorong lembaga pendidikan agar terus memperkuat nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan kepribadian.

Ia berharap para siswa dan mahasiswa di Jambi mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap daerah dan bangsa.

“Generasi muda harus punya cita-cita besar. Tapi cita-cita itu harus dibangun dengan akhlak yang baik, kerja keras, dan tanggung jawab,” katanya.

Al Haris menambahkan, Pemerintah Provinsi Jambi terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pembinaan generasi muda. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan semua pihak agar hasilnya lebih maksimal.

Menurutnya, membangun karakter generasi muda tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan yang mendukung agar anak-anak muda tumbuh menjadi pribadi yang kuat, santun, dan berdaya saing.