Oleh: Pakar Ekonomi Jambi Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
Indonesia Menyala — Posisi Jambi dalam peta ekonomi Sumatera dinilai berada pada titik moderat, tidak dominan namun juga bukan wilayah pinggiran.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Haryadi yang menilai Jambi memiliki potensi untuk naik kelas menjadi pemain strategis di kawasan Sumatera.
Pada 2025, kontribusi ekonomi Jambi terhadap Sumatera tercatat sekitar 6,66 persen dengan pertumbuhan 4,93 persen, sedikit di atas rata-rata Sumatera.
Struktur ekonomi Jambi masih didominasi sektor primer seperti pertanian, kehutanan, perikanan, serta pertambangan.
Ketergantungan ini dinilai membuat ekonomi daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas dan tekanan pasar global.
Penurunan ekspor pada awal 2026 menjadi indikator bahwa fondasi ekonomi berbasis komoditas belum sepenuhnya kuat.
Di sisi lain, terdapat indikasi perbaikan struktur ekonomi, terutama dari meningkatnya kontribusi sektor industri pengolahan yang mulai melampaui sektor pertambangan dalam ekspor.
Hal ini menunjukkan proses hilirisasi mulai berjalan dan membuka peluang peningkatan nilai tambah ekonomi.
Selain itu, sektor perdagangan, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mencatat pertumbuhan signifikan.




