Indonesia Menyala - Polemik keberadaan stockpile batubara milik PT Sinar Anugerah Sukses di Jambi kembali membuka diskusi mengenai hubungan antara investasi dan ruang hidup masyarakat.

Menurut akademisi UIN STS Jambi Yulfi Alfikri Noer, konflik semacam ini kerap muncul karena pembangunan sering dipahami secara sempit sebagai masuknya investasi.

Dalam praktiknya, setiap penolakan masyarakat terhadap proyek pembangunan sering dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap kemajuan.

Padahal menurut Yulfi Alfikri, penolakan masyarakat tidak selalu lahir dari sikap anti investasi.

Sebaliknya, penolakan sering kali muncul karena kekhawatiran terhadap dampak yang secara langsung memengaruhi ruang hidup masyarakat.

Dampak tersebut bisa berupa gangguan lingkungan, aktivitas ekonomi, maupun kualitas hidup masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Dalam beberapa pemberitaan disebutkan bahwa proyek tersebut telah memiliki berbagai perizinan sejak beberapa tahun lalu.

Perusahaan juga mengklaim menjadi salah satu pihak yang membangun jalan khusus batubara sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola angkutan batubara di Jambi.

Namun menurut Yulfi Alfikri, legalitas administratif tidak selalu berarti sebuah proyek otomatis diterima secara sosial oleh masyarakat.

Ia menilai hubungan antara investasi dan masyarakat seharusnya berjalan secara seimbang.

Investasi memang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, namun investasi juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi ruang sosial masyarakat.