Prof. Mukhtar Latif - Guru Besar UIN STS Jambi
Indonesia Menyala - Kebijakan hilirisasi dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong akselerasi pembangunan daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Transformasi dari ekspor bahan mentah menuju produk bernilai tambah menjadi kunci agar daerah tidak lagi terjebak dalam ketergantungan komoditas.
Guru Besar UIN STS Jambi, Prof. Mukhtar Latif, menegaskan selama ini banyak daerah kaya sumber daya alam justru kehilangan potensi nilai ekonomi karena belum optimal dalam pengolahan hasil alam.
Hilirisasi hadir sebagai solusi untuk memutus rantai tersebut dan meningkatkan daya saing dalam rantai pasok global.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di angka 5,05 persen meski menghadapi ketidakpastian global.
Di tingkat daerah, kebijakan hilirisasi terbukti mampu menciptakan struktur ekonomi yang lebih tangguh terhadap fluktuasi harga komoditas.
Tidak Sekadar Industri, Tapi Ekosistem Ekonomi
Hilirisasi yang efektif tidak hanya berfokus pada pembangunan industri pengolahan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Tiga pilar utama dalam hilirisasi produktif meliputi:
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
Pemanfaatan teknologi tepat guna
Integrasi dengan pelaku UMKM lokal
Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan investasi secara signifikan, termasuk melalui kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku usaha daerah.
Jambi Tampil sebagai Kekuatan Tengah Sumatera
Provinsi Jambi kini menunjukkan performa ekonomi yang impresif. Pada triwulan IV 2024, pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 6,00 persen (year-on-year) , melampaui rata-rata nasional.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,89 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,5 persen.
Ini menunjukkan bahwa hilirisasi telah memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.




