MUARO JAMBI,indonesiamenyala.com, Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya (GEMA PB) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi (BEM FEB UNJA) menyerukan dukungan mahasiswa untuk gerakan #SelamatkanCandiMuaroJambi.
Seruan tersebut disampaikan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru melalui orasi bertajuk “Menggalang Dukungan Mahasiswa Kritis Demi Gerakan #SelamatkanCandiMuaroJambi” yang berlangsung di Balairung Universitas Jambi, Kampus Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (19/8/2026).
Orasi disampaikan Sekretaris Jenderal BEM FEB UNJA 2026, Muhammad Danis, di hadapan mahasiswa baru FEB UNJA angkatan 2026 yang mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) selama 19-20 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum BEM FEB UNJA Ahmad Khairul Fikri bersama jajaran pengurus dan relawan GEMA PB membentangkan sebuah spanduk sepanjang empat meter bertuliskan #SelamatkanCandiMuaroJambi.
GEMA PB menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian mahasiswa terhadap keberadaan dan kelestarian kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi.
Muhammad Danis mengatakan, mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya Candi Muaro Jambi sebagai bagian dari warisan peradaban yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
“Kami menyadari bahwa saat ini publik belum teredukasi akan betapa berharganya Candi Muaro Jambi sebagai warisan peradaban kita. Maka dari itu, sebagai langkah menguatkan gerakan ini, kami telah menyambangi kampus-kampus di Jambi untuk secara bersama-sama bergerak dan berdampak demi menyelamatkan Candi Muaro Jambi ini dari kepungan industri kotor batu bara,” ujar Danis.
Ia menambahkan, isu Candi Muaro Jambi akan terus dibawa dalam ruang-ruang diskusi dan gerakan mahasiswa di lingkungan FEB UNJA maupun kampus lainnya.
Menurutnya, tagar #SelamatkanCandiMuaroJambi diharapkan menjadi bagian dari aksi bersama mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang berkembang di masyarakat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Dekan III FEB UNJA, Dr. Sigit Indrawijaya, S.E., M.Si. Ia menyampaikan dukungannya terhadap isu yang dibawa GEMA PB dan mendorong mahasiswa agar lebih kritis dalam merespons persoalan sosial di tengah masyarakat.
Namun, ia juga mengingatkan agar aktivitas sosial mahasiswa tetap berjalan dalam koridor akademis dan tidak mengganggu proses perkuliahan.
Sementara itu, Danis menilai mahasiswa baru FEB UNJA menunjukkan respons yang cukup kritis terhadap isu yang disampaikan.
Ia mengatakan, respons tersebut terlihat ketika mahasiswa baru mengikuti orasi yang membahas aktivitas perusahaan di lingkungan cagar budaya serta kebijakan pemerintah yang dinilai lebih berpihak kepada kepentingan investor dibandingkan kepentingan masyarakat.
“Kami yakin, interaksi berapi-api yang terlihat dari mereka merupakan awal yang baik bagi gerakan ini,” katanya.
GEMA PB berpandangan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam gerakan sosial akan semakin kuat seiring dengan meningkatnya edukasi politik dan kepedulian terhadap persoalan publik.
Mereka meyakini setiap mahasiswa memiliki potensi untuk memberikan perubahan, termasuk melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Gerakan #SelamatkanCandiMuaroJambi selanjutnya diharapkan dapat melibatkan lebih banyak elemen mahasiswa dan masyarakat dalam upaya meningkatkan perhatian terhadap kelestarian kawasan Candi Muaro Jambi sebagai warisan budaya.



