Indonesiamenyala.com ; Vladivostok, Rusia (08/09/26) - Kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Republik Indonesia Prabowo Subianto, menjadi tamu kehormatan yang diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato pandangan sikap politik Indonesia secara global di perhelatan multinasional Eastern Economic Forum yang digelar di kota administratif Vladivostok Rusia dari tanggal 1 hingga 4 September yang lalu. 

Ajang pertemuan tingkat tinggi multinasional ini, mengusung tajuk “The Far East: Development For The Benefit of People”. Pada sesi Plenary Meeting, turut juga hadir memberikan sambutan dari Wakil Presiden Myanmar U Nyo Saw, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Direktur Jawatan Umum Partai Komunis Tiongkok dan Kepala Kantor Kepresidenan China Ding Xuexiang. Sesi tersebut dimoderatori oleh Kirill Tokarev, seorang pemimpin redaksi saluran televisi bisnis Rusia RBC TV.

Putin - EEF Vladivostok Rusia

Pada Kamis tanggal 3 September yang lalu, Indonesia sebagai tamu kehormatan melalui Prabowo, mendapat urutan kedua setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato pembuka sebagai tuan rumah, dengan rentetan capaian-capaian ekonomi negara federasi Rusia yang telah memerintah Rusia lebih kurang selama dua puluh enam tahun lamanya. Pada kesempatan itu, Presiden Putin menyampaikan apresiasi secara khusus kepada peran mitra asing dan investor yang telah menanamkan modal serta teknologi untuk mendukung berbagai proyek pembangunan di wilayah Rusia, khususnya Rusia Timur Jauh (The Far East Russia), termasuk komunitas pengusaha Indonesia.

Prabowo merasa sangat terhormat karena kembali diundang ke Rusia sebagai tamu kehormatan, kunjungan resmi ini menjadi kunjungan kedua sebagai pejabat Presiden RI, setelah sebelumnya juga turut diundang di ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), bahkan ia mengaku sebagai pejabat Presiden, ia telah bertemu dengan Presiden Putin sebanyak lima kali dalam kurun waktu dua tahun kebelakang. 

Dalam pidatonya ia bercerita; “However, this is already my second visit to Russia this year. But, in fact this is the fifth time since I became President (of) Indonesia, that I’m meeting President Vladimir Putin. I look forward to returning the hospitality granted to me by Russia, and welcome President Putin, and many of you to Indonesia.” 

“Bagaimanapun juga, ini sudah menjadi kunjungan resmi saya ke Rusia tahun ini. Namun, kenyataannya ini sudah kesempatan yang ke lima kalinya, sejak saya menjabat Presiden Indonesia bertemu Presiden Vladimir Putin. Saya menantikan kesempatan untuk mengembalikan keramahan yang diberikan oleh Rusia pada saya, dan mengundang Presiden Putin serta anda semua untuk berkunjung ke Indonesia.” (Terjemahan redaksi Inala)

Kunjungan resmi ini mengungkapkan posisi strategis yang dimiliki oleh Indonesia terhadap pemerintah Rusia saat ini, mengingat perang Israel-US melawan Iran masih berlangsung hingga hari ini dan menyebabkan krisis energi hampir diseluruh wilayah non-produsen di dunia.

Kepala Badan Komunikasi (BAKOM) RI, Muhammad Qodari melalui video youtube yang di-upload pada Senin, 7 September 2026 yang lalu menjelaskan, bahwa lawatan ke Rusia di tengah situasi bencana gempa bumi, karhutla dan meningkatnya aktivitas anak gunung Krakatau ini merupakan tindakan yang sudah diperhitungkan dengan hati-hati dan seksama, Qodari juga menambahkan bahwa sebelum Prabowo terbang ke Rusia, ia telah lebih dulu memastikan bahwa semua persoalan domestik ditangani dengan baik. 

BAKOM RI - Youtube 2026

“Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri ditangani dengan baik.” Kata Qodari menjelaskan. 

Bakom RI juga mengatakan bahwa lawatan ke Rusia ini akan membuka kesempatan kerja sama ekonomi yang lebih luas lagi, yang nantinya akan membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.