Indonesia Menyala.ID - Kepemimpinan Gubernur Jambi Dr H Al Haris S Sos MH menghadapi tantangan tekanan fiskal daerah dan krisis global yang mempengaruhi pembangunan di Jambi.

Kondisi ini dipicu ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada inflasi dan meningkatnya biaya pembangunan daerah.

Tekanan fiskal juga terjadi akibat kebijakan penyesuaian Transfer ke Daerah yang mempersempit ruang anggaran pemerintah daerah .

Situasi ini menuntut kebijakan yang adaptif dan terukur agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Pemerintah Provinsi Jambi melakukan langkah efisiensi melalui pengurangan belanja non prioritas dan penguatan sektor produktif.

Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Dalam keterangannya Gubernur Al Haris menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran.

"Efisiensi harus tetap berbasis kinerja dan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Al Haris.

Selain itu pemerintah daerah tetap mendorong pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pertanian serta investasi.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil di tengah tekanan global.

Peran strategis Al Haris juga terlihat dalam kapasitasnya sebagai Ketua APPSI yang menyuarakan kepentingan daerah.